Selasa, 18 Agustus 2015

HIKMAH DIBALIK SURAT AL HUMAZAH

Setelah kita membaca, menyimak, memahami dan menghayati surat Al Humazah, lalu kita mengetahui bahayanya orang yang suka mengumpat, mencela dan menimbun harta benda. Apakah kita masih tetap akan berbuat seperti itu setelah kita mengetahui ancaman Allah terhadap orang-orang yang seperti itu ?

Kalau ya berarti itu semua dianggap tidak ada apa-apanya bagi mereka. Dan bila hal itu benar, karena Allah tidak pernah berdusta, janjinya selalu ditepati aturannya tidak pernah berubah, berarti mereka sudah siap menerima semua resiko ancaman Allah tersebut dengan lapang dada. 

Dan itu sama saja telah menghina Allah, menentang Allah, memperolok-olok Allah, melalaikan Allah. Semua itu dianggapnya hanya dongengan ringan, atau hanya cerita novel saja .

Orang yang suka mengumpat orang lain berarti dirinya merasa iri karena dirinya merasa lebih buruk dibandingkan dengan orang lain, sehingga untuk menutupi keburukannya, kekurangannya atau kelemahan dirinya itu ia berbuat sesuatu dengan cara mengejek,menghina atau bisa juga menuduh bahwa orang lain itu keadaannya lebih buruk dari dirinya.

Sedangkan orang yang mencela orang lain berarti dirinya merasa paling benar, paling sempurna. Orang lain semuanya dianggap salah, hanya dirinyalah yang paling benar, makanya ia berani mencela. 

Kalau mencela itu berarti yang dicela itu pasti buruk dan yang mencela itulah yang baik . Itu menurut penilaian manusia, tapi belum tentu menurut pendapat orang banyak ataupun pendapat Allah, siapa tahu yang dicela itu justru lebih baik dari orang yang mencelanya.

Dan bagi sang penimbun harta, kita sudah tahu semua, bahwa saat kita lahir kita tidak membawa apa-apa, tapi saat kita meninggal yang dibawa oleh kita hanyalah selembar kain kafan, selain itu tidak ada, hartanya diwariskan kepada keluarganya. Semua yang dicintainya ditinggalkannya, kecuali hanya amal nyalah yang menyertainya, apakah itu amal baik atau amal buruk .

Apabila kita masih saja tetap tidak berubah prilaku kita, sikap kita untuk menjadi lebih baik, maka kita akan hidup dalam kerugian besar. Kita sama saja telah menyia-nyiakan hidup kita. Kita telah membuang waktu kita dengan percumah. Kita telah membiarkan kesempatan yang datang dibiarkan lewat begitu saja.

Makanya Allah akan menjelaskannya di dalam surat Al ‘Ashr. Dia akan bersumpah dengan waktu. Karena sang waktulah yang akan mengetahui segala kejadian dari mulai kita dilahirkan sampai kita meninggal dunia.


Semoga saja uraian ini semakin membuka mata hati kita agar kita segera sadar diri, koreksi diri, lalu banyak mengkaji diri. Agar di dalam berbuat kita bisa menjadi manusia yang selalu mawas diri dan tahu diri. 

Aaaaamiin Yaa Rabbal’aalamiin .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar