Selasa, 18 Agustus 2015

KERUGIAN BAGI YANG TIDAK MEMANFAATKAN WAKTU ( QS 103 : 1 - 2 )



KERUGIAN BAGI YANG TIDAK MEMANFAATKAN WAKTU ( QS 103 : 1 - 2 )

Allah swt berfirman di dalam QS Al ‘Ashr ayat 1 – 2 yang berbunyi

Wal ‘ashri  --  innal insaana lafii khusrin .  ( QS 103 : 1 – 2 )

Demi masa  --  Sungguh manusia berada dalam kerugian

Melalui ayat ini Allah swt bersumpah dengan waktu. Allah swt menjelaskan kepada kita semua bahwa waktu ( masa ) adalah salah satu makhlukNya. 

Dan di dalam waktu tersebut terjadi berbagai macam kejadian di dunia ini, kejahatan maupun kebaikan. 

Apabila di antara kita tertimpa musibah, maka itu adalah merupakan hasil dari tindakan kita sendiri. Karena waktu ( masa ) tidak turut campur tangan atas musibah tersebut .

Semua kejadian yang terjadi di dunia ini adalah mutlak atas kekuasaan Allah. Karena Allah memiliki ilmuNya sangat luas dan hikmahNya sangat tinggi .

Adapun perubahan – perubahan besar yang terjadi pada masa itu sendiri misalnya pergantian siang dan malam , di siang hari matahari terbit di sebelah timur dan tenggelam di barat , lalu bulan muncul di malam hari muncul dari barat dan tenggelam kearah timur.secara terus menerus, habisnya umur manusia dst merupakan tanda keagungan Allah . 

Sebagaimana firmanNya di dalam QS Fushshilat ayat 37 yang berbunyi 

Dan sebagian dari tanda – tanda kebesaranNya ialah malam, siang, matahari dan bulan . ( QS 41 : 37 ) 

Sobat2ku sekalian apa yang dialami manusia di muka bumi ini senang susah, kaya miskin, pejabat rakyat, kyai santri, kikir dermawan, selamat celaka, semuanya atas kehendak Allah, karena Dialah yang mengaturnya dan yang menetapkan sesuatunya. Dan bagi orang-orang yang beriman sudah pasti mengakui akan keadaan tersebut.

Namun bagi orang-orang kafir beda lagi, semua itu dianggapnya atas kehendak alam, bukan kehendak Tuhan, karena semua itu terjadinya di alam, terjadinya bencana, kekacauan, kesengsaraan dll itu sudah menjadi ketentuan alam. 

Oleh karena itu mereka berusaha menguasai alam dunia ini agar hidup mereka tidak sengsara. Mereka beranggapan kalau tidak sekarang untuk menikmati alam ini mau kapan lagi . , misalnya karena manusia berasal dari tanah  maka wajar kalau setelah mati akan kembali ke tanah , dan urusan kehidupan dianggapnya sudah selesai .

Mudah2an saja anda semua hidupnya tidak hanya untuk bersenang-senang saja di dunia ini. Tapi sibuk dengan persiapan bekal untuk menghadapi kehidupan kelak di akhirat. 

Dunia ini adalah lahan tempat menanam, apapaun yang ditanam oleh kita pasti akan jadi. Yang menanam kebaikan akan berbuah kebaikan dan yang menanam keburukanpun pasti akan berbuah keburukan. 

Dan buah tanaman ini akan bisa dinikmati kelak setelah kita meninggal. Bila setelah kita meninggal mendapatkan kenikmatan, maka sudah pasti akan selamanya menikmatinya. Bila keburukan yang didapat juga pasti akan dinikmati keburukan itu selamanya.

Baik yang mendapatkan keburukan maupun kebaikan pasti semuanya akan merasa mendapatkan kerugian. 

Itulah makanya Allah bersumpah dengan mengatas namakan waktu. 

Yang mendapatkan kenikmatan merasa rugi, kalau bisa minta dihidupkan lagi, agar bisa berbuat lebih banyak lagi kebaikan supaya akan lebih banyak lagi kenikmatan didapat.

Dan yang berbuat keburukanpun akan merasa rugi, mereka minta kalau bisa dihidupkan lagi dan akan berbuat kebaikan, akan berubah akhlaknya, akan banyak berbuat amal kebajikan, akan bertobat, akan memohon ampunanNya, akan menjadi dermawan, akan banyak sadaqah akan….akan…..akan ….. dst.

Namun sayangnya ketetapan Allah itu tidak bisa dirubah sejak awal ditetapkan, maka sejak diciptakannya dunia ini sampai musnahnya dunia ini ketetapan akan tetap sama. 

Itulah bedanya aturan manusia dengan Allah. Kalau aturan manusia akan selalu berubah. Mengapa ? Karena yang menjabat saat itu juga punya kepentingan baik untuk pribadinya maupun untuk golongannya .

Oleh karena itu marilah sejak saat ini kita bisa menghargai waktu yang telah diberikan Allah kepada kita. Apakah itu ? Tidak lain adalah usia kita, umur kita. Kenapa usia dan umur ? Perlu kita sadari bersama bahwa semakin bertambahnya usia kita, maka semakin berkurang pula umur kita.

Jadi bila di antara kita ada yang merayakan Ulang Tahun Kelahiran, lalu mengadakan pesta pora, makan2, bersenang – senang. Kemudian mendoakan selamat panjang umur, banyak anak, dan banyak rezeki . Ini salah besar, ini adalah adat Yahudi dan Nasrani. Kenapa kita harus ikut-ikutan yang kita sendiri tdk tahu maksud dan tujuannya.

Boleh sih kita mengadakan selamatan Ulang Tahun kelahiran atau kematian yang istilah sekarang itu Khaul. Tapi bukan untuk pesta makan2, sebaliknya untuk merenung diri, menghitung-hitung sudah sebanyak apakah kebaikan yang kita tanamkan selama setahun berjalan itu apakah lebih banyak kebaikannya atau keburukannya. 

Bila banyak kebaikannya maka syukurilah dan untuk ke depannya ditingkatkan, namun bila lebih banyak keburukannya, maka segeralah bertobat memohon ampunanNya, dan untuk ke depannya harus bisa ditekan lebih sedikit lagi.

Semoga saja kita semua bisa menjadi manusia yang beruntung di sisiNya, bisa menghargai dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, sehingga kita tidak menjadi manudia yang celaka dan merugi di sisi Allah.   

Aaaaamiin Yaa Rabbal’aalamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar