Rabu, 19 Agustus 2015

ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG DI SISI ALLAH ( QS 103 : 3 )



Lanjutan pembahasan surat Al ‘Ashrs bagian terakhir

ORANG-ORANG  YANG  BERUNTUNG  DI  SISI  ALLAH

Allah swt berfirman di dalam QS Al ‘Ashr ayat  3   yang berbunyi

Ilal ladziina aamanuu wa ‘amilush shaalihaati watawa shaubil haqqi watawaa shau bish shabri. ( QS 103 : 3 )

Kecuali orang – orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran .

Sobat2ku sekalian yang baik hati sudah kita dapatkan penjelasan panjang lebar tentang masalah waktu. Betapa berharganya waktu itu. Betapa mulianya waktu itu.

Barangsiapa yang dapat memanfaatkan waktu dengan baik dan benar, maka ia akan menjadi orang yang beruntung di sisiNya, dan barang siapa yang menyepelekan waktu, menganggap biasa saja dengan waktu, bermain main dengan waktu, menyia-nyiakan waktu, waktu dibiarkan berlalu begitu saja, maka hidupnya akan celaka, akan dihinakan oleh Allah. Bahkan hidupnya itu lebih hina daripada binatang.

Walaupun tetap saja baik yang beruntung maupun yang rugi kedua-duanya tetap dalam kerugian. Namun ada yang kerugian itu bisa dirubah menjadi kenikmatan, dan yang satu lagi kerugian dirubahnya menjadi semakin rugi, semakin hina, semakin celaka, semakin sengsara dan menderita

Siapakah orang-orang yang mendapatkan kerugian tapi kok bisa menjadi kenikmatan ?

1. yaitu orang-orang yang beriman. Beriman di sini adalah beriman kepada Allah, kepada hari kemudian, yaitu dari mulai kematian, terus hari kebangkitan, terus, hari hisab untuk dimintai pertanggung jawaban amal perbuatan selama berada di dunia, terus mizan yaitu ditimbangnya kitab2 amal perbuatan, terus melewati jembatan sirathal mustaqim dan baru alam akhirat yang masuk surga  yang penuh dengan berbagai macam kenikmatan , dan yang masuk neraka yang penuh dengan siksa dan azab yang pedih, semuanya itu akan kekal abadi.

Selain dari itu beriman kepada Kitabnya Allah sebagai pedoman hidup dan petunjuk hidup bagi manusia agar selamat dan berbahagia di dunia maupun di akhirat, terus beriman kepada utusan Allah yang menyampaikan amanat Allah yang diembannya kepada manusia , terus beriman kepada takdir baik maupun buruk yang terjadi itu semua adalah sudah menjadi ketetapanNya .

2. orang – orang yang mengerjakan kebajikan, artinya yang berbuat amal saleh yang Allah ridhai. Kenapa yang Allah ridhai ? 

Karena banyak orang yang membicarakan agama, menebarkan kebajikan, katanya menegakkan agama, menyiarkan agama, tapi…..begitu di akhirat semua amalnya itu tidak ada. Kok bisa terjadi seperti itu , kenapa ?

Karena apa yang dikerjakannya itu hanya sekedar ingin dihormati, ingin dikenal, ingin dipuji oleh orang lain, bukan karena Allah, walaupun menurut kita orang tersebut saat di dunia amat baik, tapi kita kan tidak tahu isi hatinya, kecuali Allah.

Oleh karena itu Allah tidak melihat bentuk raut wajah dan penampilan manusia, jabatan atau kekuasaan manusia, tinggi dan rendahnya ilmu atau wawasan manusia, akan tetapi Allah hanya melihat hati dari setiap manusia, apakah ikhlas atau tidak berbakti kepadaNya, itulah amal yang diambil dan ditulis sebagai amal kebajikan yang diridhaiNya .

3. orang yang saling menasihati untuk kebenaran . Kalimat ini sungguh amat mudah diucapkan, akan tetapi bila sudah di lapangan benar-benar amat sulit dilaksanakan .

Bila hal ini dilakukan maka pasti di jaman sekarang ini akan dimusuhi banyak orang, akan dikucilkan orang lain, kalau ia menjabat sesuatu pasti tidak akan berlangsung lama, karena akan mengakibatkan gerak teman2 yang lainnya itu tidak merasa bebas, bahkan ia akan dibujuk agar jangan terlalu sok suci, sekarang jamannya kan lagi begini musimnya, Tuhan juga pasti akan memaafkannya, Dia kan Maha Pemaaf, ia akan dibujuk dari waktu ke waktu, sampai berhasil

Namun bila gagal, maka satu-satunya cara adalah dengan melenyapkannya, bisa dibunuh, atau bisa juga dimutasikan atau bisa jadi dikeluarkan dari pekerjaannya .

Tapi di Indonesia sih kami yakin gak ada, ini hanya banyak terjadi di luar negeri sono, gak tahu lupa nama negerinya juga karena saking banyaknya

4. orang yang saling menasihati untuk kesabaran. Sekarang bagaimana bisa menasihati agar orang lain bisa bersabar kalau dirinya sendiri masih belum bisa berbuat sabar.

Orang bisa menasihati orang lain tentang kesabaran, bila ia sudah mengalami dengan berbagai macam ujian dan cobaan dari Allah, lalu diterimanya dengan tulus dan ikhlas, bahwa semua itu sudah yang terbaik buat dirinya, bahkan kalau bisa ingin ditambah lagi agar lebih berat.

Kayanya untuk mencai orang seperti ini sangatlah sulit, sama halnya mencari sebuah jarum ditumpukan jerami. Tapi kami yang pasti ada, hanya jumlahnya mungkin hanya bisa dihitung dengan jari tangan, dan hanya Allah yang tahu.

Sungguh orang-orang seperti ini sudah merupakan orang-orang yang dipilih oleh Allah, orang – orang yang terpilih oleh Allah , orang-orang pilihan Allah dan biasanya keberadaannya itu selalu disembunyikan oleh Allah.

Namun fatwanya itu walau hanya dengan beberapa kata atau beberapa kalimat, orang langsung terkena, bisa menyejukkan hati orang yang sedang panas hati, bisa menenangkan orang yang sedang mengalami kegelisahan dan keresahan , bisa memberikan cahaya kebenaran kepada orang lain di saat mereka berada di jalan yang sesat.

Keberadaan orang ini saat berada di masyarakat nampaknya biasa-biasa saja, amat sederhana, bahkan sangat sederhana sekali, tapi di saat ia tidak ada orang-orang merasa kehilangan sesuatu tentang keberadaannya.

Ia tidak banyak bicara, kalau bicara seperlunya saja. Ia lebih suka menyendiri, karena orang lain merasa terganggu kalau ia berada dengan orang-orang tersebut, sehingga ia menjauhi orang-orang tersebut agar kegiatannya tidak terganggu.

Bila anda menemukan orang-orang seperti ini maka kalau bisa dekati ia, sering-seringlah bergaul dengannya. Dan tentunya anda akan bisa dipertemukan dengannya bila ada izin dan ridha Allah. Karena kalau Allah tidak meridhai anda, maka sampai kapanpun anda tidak akan bertemu dengannya.

Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin surat Al ‘Ashr ini telah selesai dibahas semoga bermanfaat buat kita semua.

Bila di dalam coretan-coretan ini ada yang kurang berkenan pada anda kami mohon dimaafkan, karena kami tidak mau membeda-bedakan dengan siapa kami bicara, kamia anggap semuanya sama sebagai hamba Allah.

Bila apa yang kami sampaikan ini masih jauh dari harapan Allah, itu merupakan kesalahan kami, dan tak lupa kami memohon maafMu Ya Allah dan untuk selanjutnya tetap kami mohon selalu dibimbing dan dituntun olehMu Ya Allah agar kami tidak tersesat jalan.

Dan bila hal ini benar menurutMu Ya Allah, ini adalah karuniaMu, maka semuanya kami serahkan kepadaMu, karena semua itu adalah milikMu termasuk kami Ya Allah. Semua itu berasal dariMu dan semua itu kami kembalikan kepadaMu. Kami tidak mempunyai daya apapun kecuali atas pertolongan dan bantuanMu.

Aaaaamiin Yaa Rabbal’aalamiin .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar