Kamis, 20 Agustus 2015

SUKA DUNIA .....LUPA DENGAN AKHIRAT. ( QS : 102 : 2 )

MENYUKAI HIDUP …..LUPA PADA KEMATIAN

Allah swt berfirman di dalam QS At Takatsur ayat  2 yang berbunyi sebagai berikut

Hatta zurtumul maqaabir . ( QS 102 ; 2 )  yang artinya sebagai berikut

Sampai kamu masuk ke dalam kubur

Allah swt menambahkan penjelasannya dan menekankan peringatannya kepada manusia bahwa barangsiapa yang masih saja

mengabaikan peringatannya setelah diberitahukan tentang keadaan isi dunia ini yaitu hanya bermegah-megah saja hanya untuk mencari derajat dan kekuasaan dunia saja, hanya untuk mengejar karir saja, hanya untuk memikirkan usahanya saja, hanya untuk memperkaya diri saja

tanpa memikirkan urusan akhiratnya, mengabaikan urusan akhiratnya, menganggap enteng urusan akhiratnya , maka mereka akan diazab dengan azab yang pedih oleh Allah .

Mereka berada dalam kerugian karena telah menyia-nyiakan umur yang telah diberikan Allah, mereka telah menyia-nyiakan waktu yang telah disediakan Allah,

mereka menganggap bahwa dunia adalah tempat untuk menggapai segala impian , untuk meraih kesenangan, tempat untuk memuaskan hawa nafsunya, karena dianggapnya kehidupan itu hanya di dunia. Apabila sudah meninggal dianggapnya sudah selesai urusan, sudah berakhirnya segala urusan, sudah tamat tidak akan ada masalah lagi.

Mereka larut dengan keingiannya, larut dengan kesenangannya sampai suatu saat datanglah malaikat maut untuk menjemputnya, ternyata kematian datang juga. Dan datangnya tiba-tiba saja, tidak tahu dari arah mana datangnya. Maka sesalpun sudah tiada guna.

Harta benda dan apapun yang telah dikumpulkannya selama hidup akan menjadi warisan keluarga yang ditinggalkannya. Segala sesuatu yang dicintainya juga akan ditinggalkan. Jabatan, gelar, tahta, kekuasaan pun sudah tidak ada artinya, hanya amal perbuatannyalah yang turut menyertainya.

Sebagian para ulama berpendapat bahwa untuk mengingatkan diri itu sebaiknya banyak-banyaklah dengan mengingat kematian.

Agar memikirkan tentang bagaimana ia mati, kapan ia mati, dimana ia mati, lalu bagaimana prosesnya saat ia mati, dan akan dikuburkan dimana saat ia mati serta bekal apakah yang harus dibawa saat ia mati,

Bila ia menginginkan kebaikan, maka sejak saat ini harus banyak menanamkan amal kebajikan untuk dirinya, dan

bila yang ditanamkan hanya keburukan, hanya kezaliman, banyak menentang Allah dan mengabaikan perintah RasulNya, melalaikan peringatan utusanNya, maka pastilah akan buruk akibatnya.

Di dunia kita masih bisa merubah diri selagi masih ada kesempatan hidup. Akan tetapi bila roh sudah berpisah dengan jasad, maka putuslah segala-galanya kecuali hanya amalnya yang akan membantunya, yang akan menolongnya, yang akan melindunginya. Dan tentunya semuanya itu atas seizin dan ridhaNya.

Rasulullah saw pun bersabda, “ Saya pernah melarang kamu menziarahi kubur, maka sekarang ziarahilah kubur itu, karena menziarahi kubur itu akan menjadikan zuhud dari kemewahan dunia dan mengingatkan kamu kepada kehidupan akhirat. ( HR Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud )

Namun sayang sekali sabda Rasulullah ini pemahamannya dibalik, banyak manusia yang mengunjungi kuburan para wali, orang2 saleh, habib, kyai lalu berdzikir dan berdoa di tempat tersebut dan dibalik doa tersebut banyak yang hatinya menyimpang dari tujuan yang sebenartnya.

Tujuannya agar dagangnya lancar, usahanya sukses, bisa naik pangkat, yang nganggur agar bisa dapat kerjaan, yang sudah berkedudukan agar bisa tetap kedudukannya dan agar bisa naik ke yang lebih tinggi lagi.

Bahkan ada yang salah meminta agar orang yang didatangi tersebut memohonkan kepada Allah agar keinginannya itu dikabulkan, karena yang meninggal itu dulunya amat dekat sekali dengan Allah.

Dan yang paling parah sebenarnya adalah sang penunggu kuburan tersebut yang sekarang diistilahkan namanya Bapak Kunci.

Tugasnya pa kunci itu juga sudah disalah gunakan lagi. Pa kuci itu merasa amat senang bila tamu atau jama’ah yang datang ke tempat tersebut banyak yang berkunjung.

Tugas sebenarnya Bapak Kunci itu adalah menerima tamu, menanyakan pada pengunjung apa maksud kedatangannya, lalu memberikan pengertian apa itu ziarah kubur, sehingga orang yang belum mengerti menjadi mengerti, yang belum paham jadi paham,

Dan ibadah yang dijalaninya itu tidak sia-sia. Karena bila salah langkah maka amal ibadahnya akan hilang dalam sekejap sepulang dari kuburan tersebut.

Semoga saja uraian ini bermanfaat buat kita semua dan semoga saja kita semua bisa menjadi manusia yang pandai bersyukur untuk mensyukuri segala nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada kita semua.

Semoga saja kiat semua selalu dibimbing oleh Allah dituntun dan diberi petunjuk olehNya agar kita selalu berada di jalanNya, jalan yang diridha olehNya, sehingga kita akan memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.


Aaaamiin Yaa Rabbal’aalamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar