Jumat, 14 Agustus 2015

TIDAK ADA YANG MAMPU MENANDINGI KEKUASAAN ALLAH ( QS 105 : 2 – 5 )



KEKUASAAN ALLAH TIADA BANDINGNYA

Allah swt berfirman di dalam QS Al fiil ayat 2 – 5  yang berbunyi :

Alam yaj’al kaidahum fii tadhliilin – wa arsala ‘alaihim thairan abaa biil – tar mii him bihijaa ratin min sijjiilin – faja’alahum ka’ashfinn ma’kuulin . ( QS 105 2 – 5 )

Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia ? – dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondung, -- yang melempari mereka dengan batu dan tanah liat yang dibakar, -- sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan ( ulat ) .

Melalui ayat 2 sampai 5 ini Allah menunjukkan bahwa hanya diriNya yang Maha Besar, Maha Perkasa, Maha Kuat, Maha Mengatur, Maha menentukan sesuatu , Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana di dalam menentukan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, baik yang telah terjadi, yang sedang terjadi maupun  yang akan terjadi.

Setiap kehendakNya tidak ada yang bisa mengatasiNya. Bila Dia berkehendak sesuatu terhadap sesuatu atau seseorang , maka tidak ada yang mampu menolaknya, dan bila Dia mencabut sesuatu dari seseorang pun juga tidak ada yang mampu menghalangiNya.

Termasuk apa yang Dia lakukan terhadap pasukan gajah dari Abrahah, Dia lakukan sendiri, tanpa bantuan dari siapapun. Dan ini adalah sebagai pembelajaran buat kita semua, bahwa di dalam menjalani kehidupan ini agar jangan sampai kita menjadi orang yang sombong dengan banyaknya harta, dengan jabatan yang dipegangnya, dengan kekuasaan yang dipimpinnya. Karena semua itu dimata Allah tidak ada apa-apanya .

Bahkan seharusnya bagi mereka yang telah diberi limpahan harta yang banyak, bisa menjadikan harta tersebut sebagai tambahan lahan amal kebajikannya, bukannya menjadi kikir, tidak perduli terhadap sesamanya, bahkan banyak berbuat zalim terhadap sesamanya.

Atau bagi mereka yang memegang kekuasaan jangan sampai kekuasaan itu disalah gunakan untuk kepentingan pribadinya atau golongannya saja, akan tetapi harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya demi ketentraman, kedamaian, ketenangan wilayahnya, sehingga masyarakat bisa hidup dengan tenang dan aman serta nyaman.

Semua itu bisa terwujud bila hati masing-masing pribadinya siap untuk melakukan hal tersebut. Belajarlah dari penduduk kota Mekah yang sejak dulu sampai sekarang, mereka selalu menjaga amanat yang disampaikan oleh para leluhurnya yaitu agar kota Mekah tidak boleh dijadikan untuk ajang permusuhan apalagi peperangan. 

Mereka benar-benar menjaga kesuciannya. Kesucian di sini adalah kesucian jiwa para penduduknya, hati mereka bersih dari berbagai macam penyakit hati seperti,iri,dengi,hasad, sombong,ego, kikir, bakhir dan sejenisnya.

Mereka amat takut kepada Allah apa yang terjadi pada Abrahan bisa juga terjadi pada mereka, misalnya dihancurkan dalam sekejap oleh Allah akibat dari kemurkaan Allah.  Jadi kembali lagi semua itu tergantung kepada hati kita masing-masing, apa niatnya, bila niatnya baik maka akan membuahkan kebaikan, namun bila niatnya sudah buruk, maka Allah akan menghancurkannya dengan keburukan yang ditanamkannya.

Jadi berhati-hatilah dengan nikmat-nimat yang telah Allah berikan kepada kita semua. Bila kita tidak mensyukuriya, maka sama saja kita tidak menyembahNya, karena telah menjadi manusia yang kufur nikmat. Maka bersiap-siaplah kita akan kedatangan ketetanNya apakah siang,malam,pagi atau sore, hanya Dia yang tahu. Sebaliknya bila kita mensyukuri nikmat-nikmat tersebut maka Allah akan menambahkan nikmatnya lebih dari apa yang telah kita terima.

Semoga saja kita termasuk orang-orang yang selalu tunduk, patuh dan taat kepadaNya, menjalani segala perintahNya dan menjauhi apa yang dilarang olehNya serta kita selalu mengikuti berbagai macam petunjuk yang telah disampaikan oleh utusanNya yaitu Nabi Muhammad saw. Sehingga kita semua mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. 

Aaaaamiin Yaa Rabbal’aalamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar