Jumat, 14 Juli 2017

BERUSAHALAH ISTIQAMAH .... TINGGALKAN CARI KARAMAH

 Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.



Wahai saudaraku sungguh dalam hidup inimasih sangat banyak sekali orang yang mencari sesuatu yang ghaib. 

Padahal yang nyata saja yang sudah diketahui oleh dirinya menjalankannya masih belum benar. 

Sampai yang sudah faham dalam hal agamapun juga tidak ketinggalan ikut-ikutan , misalnya mencari karamah . 

Gara-gara ingin dapatkan karamah , mereka banyak mengunjungi kuburan2 para wali atau orang2 saleh atau tempat-tempat yang dianggap memiliki karamah.  

Padahal sesungguhnya karamah adalah kemulian dan karamah itu itu milik  Allah swt  Bukan milik para wali , orang2 saleh ataupun tempat2 yang dianggap berkaramah .  

Wahai saudaraku para pendiri tarekat juga melakukan hal tersebut bukan untuk mendapatkan karamah, akan tetapi  untuk memudahkan jalan menuju Allah swt .  

Karamah itu hanya akan Allah berikan kepada siapayang Dia kehendaki. Dan bagi orang yang telah mendapatkan karamah dari Allah ini, biasanya dirinya tidak menyadarinyan bahwa dia telah mendapatkan karamah Allah.  

Dan bila orang tersebut telah mendapatkan karamah dari Allah swt tujuannya adalah untuk perisai diri , karena dia punya tugas berat dari Allah untuk menegakkan agama Allah, menyebarkan amar makruf nahi munkar, untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. 

Karena itulah Allah memberikan kekuatan dan perisai diri , namun yang bersangkutan merasanya tidak memiliki apa2, karena tidakbelajar itu dan ini, kecuali hanya belajar agama dan menjalankan apa yang telah dikatahuinya dan diyakininya dengan ikhlas .  

Wahai saudaraku lebih baik kita rajin2lah koreksi diri , kaji diri, mawas diri dan beristiqamah didalam menjalankan ketakwaan kepada Allah swt agar bisa menjadi orang yang beriman. 

Tinggalkan masalah karamah, karena karamah itu bukan milik kita tapi milik Allah swt.  Dan kita pun sama milik-Nya


Bila Allah memberikan karamah kepada kita maka jagalah, jangan dipamerkan apalagi disalah gunakan dengan alasan menolong orang lain. Tetap saja nanti ujung2nya itu uang , karena akal dan fikiran ikut bermain , didorong oleh hawa nafsu syaitan. 

Atau  bisa jadi orang yang sudah mendapatkan karamah Allah itu dicabut lagi oleh-Nya sehingga dia gak bisa apa-apa lagi dan lupa dengan apa yang telah dimilikinya .   

Wahai saudaraku  mari kita hilangkan cela atau aib yang ada pada diri kita , jangan memperturutkan hati kita yang ingin mendapatkan karamah, sedangkan Allah menghendaki agar kita senantiasa beristiqamah  . 

Yang jelas kepentingan Allah harus lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi .   
Semoga hal ini bermanfaat buat kita semua .  Aaaaamiin ….. 

Subhanakalloohumma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubuu ilaik …….  
Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar