Kamis, 13 Juli 2017

JADIKAN SETIAP PERISTIWA ITU I'TIBAR

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.




Wahai saudaraku setiap manusia itu tidak akan lolos dari ujian dan cobaan dari Allah swt.  Ujian dan cobaan tersebut merupakan pembelajartan, sebagai I’tibar yaitu belajar dari setiap peristiwa yang terjadi , apakah yang terjadi terhadap diri atau terhadap umum .  

Dan bila Allah swt berkehendak bisa saja dari I’tibar terhadap diri, orang lain ataupun alam semesta itu akan mendapatkan hidayah, yaitu berbagai macam hikmah,  mutiara kebaikan yang terjadi secara alami. 

Disinilah Allah swt mendidik manusia agar bisa bersikap lebih dewasa lagi, lebih kuat lagi, tidak mudah putus asa.  Dan hal itu bisa dijadikan sebagai suatu pegangan untuk menghadapi dan mengatasi segala persoalan hidup di masa-masa mendatang . 

Atau bisa saling berbagi pengalaman hidup antar sesama teman atau orang lain dalam hal nasihat – menasihati .  Allah swt berfirman yaitu , 

“ Thzoharol fasaadu fil barri wal bahri bimaa kasabat aidinnaasi liyudziiqihum ba’dhol ladzii ‘amiluu la’al lahum yarji’uun “   

Yang artinya , “  Telah tampak kerusakan di darat dan di laut , disebabkan oleh perbuatan tangan manusia , sehingga Allah merasakan kepada mereka ( akibat ) perbuatan mereka , agar mereka kembali ( ke jalan yang benar ) .  QS Ar Ruum 41 .  

Allah swt berfirman “ Inna fii dzaalika la’ibrotan li ulil abshoor “   
Yang artinya , “  Sesungguhnya dalam peristiwa itu , merupakan pelajaran bagi mereka yang mempunyai pandangan “  QS Ali Imran  13.  

Wahai saudaraku perhatikanlah kejadian di alam semesta ini tentang perubahan antara malam dan siang , maju dan mundurnya usaha atau kehidupan seseorang atau perjuangan umat Islam , antara yang sehat dan sakit kaya dan miskin, pintar dan bodoh dst yang kesemuanya itu adalah sebagai pembelajaran untuk kita. 

Mana yang bermanfaat dari semua itu maka ambillah, dan yang sekiranya akan merugikan dan membahayakan kita maka tinggalkan dan abaikan. 

Pada peristiwa perang Badar jumlah pasukan umat Islam hanya sedikit sedangkan lawannya sangat besar jumlahnya  , namun kemenangan diperoleh oleh umat Islam. 

Negara Indonesia sendiri dalam menentang melawan para penjajah berperang hanya dengan persenjataan sederhana ( bambu runcing ) , sedangkan mereka senjatanya lengkap, namun Indonesia akhirmnya menang dan para penjajah baik Jepang maupun Belanda terusir dari bumi pertiwi ini. 

Ini karena semua itu berjuang atas dasar keikhlasan, tidak menuntut  materi  tidak ingin jadi apapun yang penting isinya penjajah harus keluar dari negeri ini, karena yang namanya penjajah itu pasti tidak mengenal perikemanusiaan dan peri keadilan . 

Dan yang paling penting perjuangan mereka itu karena atas dorongan semangat batin yang tinggi, keyakinan yang penuh dan kepasrahan total kepada Allah, sehingga Allah swt membantu perjuangannya . 

Allah swt berfirman yaitu , “  Laqod kaa na fii qoshoshihim ‘ibrotun li ulil albaab “  
yang artinya , “ Sesungguhnya dalam kisah-kisah mereka ada pelajaran untuk orang yang mempunyai akal “  QS Yusuf  111 .  

Allah swt berfirman yang artinya " Allah mempergantikan malam dan siang , sesungguhnya dalam peristiwa itu adalah mengandung pelajaran bagi mereka yang mempunyai pandangan . 
QS An Nuur  44 . 

Juga dalam binatang ternakpun banyak mengandung pelajaran yang utama . QS Al Mukminun  21 .  

Maka jadikanlah semua itu sebagai I’tibar wahai golongan yang mempunyai pandangan  . 
QS Al Hasyr  2 . 

Dan sesungguhnya pada peristiwa tersebut ada pelajaran bagi orang-orang yang takut pada Allah .  QS An Nazi’aat  26 . 

Kebanyakan manusia zaman sekarang pembicaraan dan perbuatan nya itu hanya ditujukan kepada kehidupan dunia saja misalnya hanya untuk kedudukan dan pangkat yang tinggi serta kekayaan harta benda. 

Segala hal akan merintanginya akan dilawannya , padahal yang ditentang itu adalah hukum-hukum Allah swt dan rasulNya, yaitu halal dan haramnya . 

Dan bahkan mereka  enggan mengikuti sunah Allah dan rasulNya. Semoga saja kita semua tidak terjebak dengan permainan dunia yang sebagian menyesatkan manusia. Aaaaaamiin  ….. Subhanakalloohumma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubuu ilaik …….  
Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar