Rabu, 12 Juli 2017

KETETAPAN ALLAH ITU MAHA SEMPURNA .

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.





Wahai saudaraku setiap Allah menentukan sesuatu itu disesuaikan dengan kedudukan setiap hambaNya, apakah tentang keimanannya, kekuatannya,kemampuannya atau kesanggupannya. 

Dia tidak akan memberikan atau mencabut sesuatu di luar batas kemapuannya. Itulah ke Maha Adil an Allah , Kasih Sayang Allah . 

Dan bagi orang beriman sudah tentu sangat meyakininya, bahwa walaupun yang datang itu tidak 
sesuai dengan selera hatinya, tapi itulah yang terbaik dari Allah dan hal itu diterimanya dengan ikhlas.  

Tapi bagi orang2 yang tidak menerimakan ketetapan Allah swt , hal itu terjadi karena dorongan hawa nafsunya saja . Mari kita perhatikan firman Allah berikut ini :  

"Fa was wasa lahumaasy syaithoonu liyub diya lahumaa maa wuu riya ‘anhumaa min sau aa tihimaa wa qoola maa anhakumaa rob bukumaa ‘an haadzihisy syajaroti illaa an takuunaa malakaini au takuunaa minal khoolidiin “   

Yang artinya  , “  Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga) “  QS Al A’raf  20  

Ternyata nabi Adam as terpengaruh oleh bujuk rayu syaitan , padahal ucapan syaitan itu akan menyesatkannya, akan mecelakakannya sehingga Allah pun berfirman , 

“ Wa qoo sama humaa innii lakumaa laminan naashihiin “  

Yang artinya , “ Dan syaitan itu bersumpah kepada keduanya : “ Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang member nasihat kepada kamu berdua “  QS Al A’raf 21 .   

Karena Nabi Adam as sudah terpengaruh oleh ucapan syaitan tersebut keimanan dan ketauhidan Nabi. Adam as menjadi goncang , maka tergodalah mereka dan mereka pun melanggar larangan Allah swt . Lalu bagaimana dengan kita ? 

Ini pun sama bila melaksanakan ibadah secara berlebihan karena memaksakan diri menginginkan sesuatu tentang urusan dunia. Inilah dorongan hawa nafsu yang samar artinya menurut pribadinya benar, padahal menurut Allah salah .  

Wahai saudaraku pada suatu hari Rasulullah saw kedatangan seorang tamu dan bertanya, “ Ya rasul tunjukkanlah  aku  amal perbuatan yang bila dikerjakan disukai Allah dan juga disukai oleh manusia ? “ 

Beliaupun bersabda , “Berzuhudlah atau tinggalkanlah gambaran tentang dunia , maka Allah akan mengasihi anda. Tinggalkan pula apa yang ada pada manusia , maka anda akan dikasihi manusia “  HR Ibnu Majah .   

Semoga saja kita bisa berbuat sesuai dengan apa yang disukai oleh Allah dan manusia serta taufik dan hidayah, juga inayahNya . Aaaaamiin  …..  


Subhanakalloohumma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubuu ilaik …….  
Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar