Jumat, 14 Juli 2017

KOREKSI DIRI

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.




Wahai saudarau salah satu kelemahan manusia itu adalah masih banyak yang belum mampu mengoreksi dirinya sendiri. 

Tapi saat mengoreksi orang lain sungguh pandainya luar biasa.  Karena kurangnya koreksi diri maka secara otomatis akan muncul sifat sombong , ujub, riya , gila pangkat, kedudukan , berprasangka buruk. Yang kesemuanya itu merupakan budi pekerti yang amat buruk, akhlak yang sangat dibenci Allah dan rasulNya . 

Oleh karena itu wahai saudaraku hendaknya kita semua agar rajin membersihkan diri ( jiwa ) kita , mengoreksi cela yang ada dalam diri sendiri. Bahkan semua cela itu harus dibuang sampai bersih dari manusia yang ingin mendekatkan diri kepada cAllah swt .  

Wahai saudaraku lebih baik berusaha untuk mencari cela diri, aib diri, kekurangan dan kelemahan diri karena kesemuanya itulah yang akan menjadi penghalang segala kebaikan untuk sampai kepada Allah swt . 

Ketahuilah semua keburukan itu adalah bersumber dari hawa nafsu. Untuk itu tekanlah dan kendalikanlah hawa nafsu anda agar hati dan jiwa anda tidak terkuasai olehnya.  

Allah swt berfirman ,  “ Yaaa ayyuhal ladziina aamanuj tanibuu katsiiran minadzanni inna ba.dhodznni itsmun walaa tajasas sasuu wala yaghtab ba’dhukum ba’dhan , ayuhibbu ahadukum an ya’kula lahma akhiihi maitan fakarihtumuuhu , wat taqullaaha , innallaaha tawwaabun rahiim “ .  

Yang artinya , “  Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang “  
QS Al Hujurat  12 . 

Wahai saudaraku Perang Badar yang menurut umat Rasulullaah saw saat itu dimana pasukan muslim jumlahnya hanya sedikit dengan senjata yang sangat sederhana, sedangkan lawannya berjumlah sangat besar dengan senjata yang canggih dan dimenangkan oleh kaum muslim atas izin dan rido Allah , oleh Rasulullah saw dianggapnya hanya menghadapi perang kecil. Beliau mengatakan bahwa kita baru saja telah selesai perang kecil. 

Masih ada lagi perang yang jauh lebih besar, yaitu perang melawan hawa nafsu sendiri .  Allah swt berfirman yaitu , “  Wa ammaa man khaa fa maqaa ma rabbihi wa nahan nafsa ‘anil hawaa fainnal jan nata hiyal ma’waa  “  

Yang artinya , “ Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya , maka sesungguhnya sorgalah tempat tinggalnya .  
QS An Nazi’’aat  40 -  41 .

Semoga saja kita diberi rasa takut kepada Allah dan mampu mengendalikan hawa nafsu kita sesuai dengan kehendak Allah dan RasulNya . Aaaaamiin ….  

Subhanakalloohumma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubuu ilaik …….  
Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar