Senin, 15 Januari 2018

HIKMAH QS AL MUNAFIQUUN KE 9

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirahiim.




Wahai saudaraku marilah kita lanjutkan pembahsan Surat Al Munafiquun
Allah swt berfirman di dalam QS Al Munafiquun [ 63 ] :  9  yaitu

“ Yaa ayyuhal ladziina aamanuu laa tulhikum amwaa lukum wa laa au laa dukum ‘an dzikrillaah , wa man yaf’al dzaa lika fa ulaa ika humul khoosiruun “
Yang artinya ,
“  Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. “ QS 63 : 9

Melalui ayat ini Allah memperingatkan semua manusia yaitu

Janganlah sibuk dengan urusan hartamu sampai melalaikan akhiratmu  .

Janganlah sibuk memperhatikan keluargamu sampai melalaikan akhiratmu .

Janganlah fokus dengan jabatanmu sampai lupa akan akhiratmu .

Janganlah sibuk mengurus urusan duniawimu sampai melupakan akhiratmu .

Ingat akhirat adalah tujuan akhir hidupmu . Dunia hanyalah sementara sedangkan akhirat kekal.

Di dunia kamu masih ada yang bisa menolongmu, tapi di akhirat yang menolongmu hanya amal kebajikanmu , amal soleh yang Allah ridoi  .

Beramallah untuk duniamu seolah – olah kamu akan tinggal di dunia selamanya. 

Tapi jangan lupa berusahalah untuk akhiratmu seolah – olah kamu akan mati esok hari .

Untuk itu tetaplah waspada seolah – olah hidupmu itu tidak lama lagi .

Rasulullah saw bersabda,

“ Bukanlah orang yang terbaik di antara kamu seseurang yang meninggalkan ( kepentingan )  dunianya karena akhirat. Dan sebaliknya meninggalkan  ( kepentingan ) akhiratnya karena urusan dunianya , sehingga ai mendapatkan ( bagian ) keduanya sekaligus . Ini dikarenakan kehidupan dunia merupakan wasilah yang menyampaikan ke kehidupan akhirat . Dan janganlah kamu menjadi beban orang lain " 

HR Asaakir dan Anas bin Malik .

Disinilah letak keunggulan agama Islam.  

Sungguh Islam tidak bersifat materialistis , yang semua kekuatannya semata-mata hanya untuk duniawinya saja seperti Yahudi. 

Islam juga tidak mementingkan  akhirat saja , larut, tenggelam dalam urusan rohani saja , menjauhkan dari kelezatan  hidup , membujang terus , tidak nikah seperti Nasrani, 

Sebagaimana firman Allah di dalam QS Al A’raf [ 7 ] : 31 yaitu

“ Yaa banii Adam khudzuu ziinatakum ‘inda kulli masjidin wa kuluu wasyrobuu wa laa tusrifuu “
Yang Artinya ,
“ Wahai anak cucu Adam ! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap ( memasuki ) majid , makan dan minumlah , tetap jangan berlebihan “ QS 7 :  31

Dan Allah swt berfirman di dalam QS Al A’raf [ 7 ] : 32 yaitu

“ Qul man harroma ziinatalloohil latii akhroja li’ibaadihii wath thoyyibaati minarrizqi “
Yang artinya
“ Katakanlah ( Muhammad ) , “ Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik – baik ? “  QS 7 : 32

Melalui Srt Al Munafiquun ayat 9 ini jelas sekali Allah menekankan kepada semua manusia yaitu 

barang siapa yang lebih mementingkan duniawinya dan meninggalkan kebahagiaan akhiratnya , maka sama saja telah mengundang kemarahan Allah  swt. 

Sehingga kelak di akhirat akan menjadi orang merugi di sisi Allah . Kenapa ?  

Karena dia telah menukar sesuatu yang kekal abadi dengan  sesuatu yang fana dan hilang lenyap.

Semoga uraian ini bisa bermanfaat untuk kita semua . 

Tinggal fikirkan oleh kita sampai saat ini apakah selama ini 

kita lebih mengutamakan kepentingan akhirat kita atau kepentingan dunia kita .

Wallahua’lam bish showab .


Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar