Rabu, 17 Januari 2018

RAHASIA KEHIDUPAN DIBALIK QS AL MUNAFIQUUN KE 3

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirahiim.




Wahai saudaraku marilah kita lanjutkan pembahsan Surat Al Munafiquun
Allah swt berfirman di dalam QS Al Munafiquun [ 63 ] :  3  yaitu

“  Dzaalika biannahum aamanuu tsumma kafaruu fathubi’a ‘alaa quluubihim fahum laa yafqohuun “
Yang artinya  ,
 “ Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti  “.  QS  63 :  3

Melalaui ayat ini Allah swt menjelaskan tentang sifat orang munafik yaitu lahirnya mengaku beriman, tapi hatinya kafir dan ingkar.  

Awalnya memang mereka beriman  , namun karena pengaruh duniawi yang gemerlap dan kemilau , yang menjanjikan kesenangan yang sangat memukau, akhirnya berubah menjadi kafir. 

Sehingga Allah swt mengunci mati hatinya . Akibatnya mereka tidak memahami apa arti kebenaran . Gak paham lagi apa itu Al Qur’an. Gak mengerti lagi mengapa dia beragama Islam . Tidak kenal  lagi siapa Allah dan siapa itu Rasulullah saw.  

Yang ada hanyalah dunia, dunia dan dunia . Yang ada hanyalah bagaimana agar hidup di dunia itu senang . Bagaimana hidup di dunia agar bisa memuaskan hawa nafsunya . 

Mereka tidak kenal lagi yang namanya sedekah , infaq dan zakat, gak tahu puasa. Sholatpun dianggapnya suatu pebuatan yang sia- sia . 

Mereka bahkan menuduh , lihat tuh orang2 yang katanya beriman hidupnya pada susah . Tapi kami yang tidak beribadah hidupnya sukses. 

Katanya yang memberi rezeki itu Allah. Kalau yang beribadah artinya dekat dengan Allah, tapi buktinya selama ini susah terus. 

Sampai ada yang berkata sholat sudah dikerjakan bukan hanya yang wajibnya saja , sampai yang sunnahpun dikerjakan , sedekah sudah dikeluarkan , berpuasa sudah dilakukan , baca Qur’an setiap hari tidak terlewatkan , tapi kenapa hidup kok semakin susah  , dll. 

Itulah ejekan orang-orang munafik yang bisa menggoyangkan keimanan mereka yang telah beriman .  
Apa yang mereka dapatkan itu hanyalah kesenangan yang bersifat sementara. Sementara mereka masih hidup, sementara mereka masih bernafas , sementara mereka masih bisa bergerak . 

Yang kesemuanya itu akan hilang lenyap setelah ajal tiba . Semuanya ditinggalkan, yang ada hanyalah kegelapan yang nyata. Taka da penolong ataupun pelindung . 

Keluarganya, teman2 dan handai taulannya meninggalkannya, tak ada kiriman do’a. Yang ada hanyalah siksaan dan azab sepanjang masa. Naudzubillaahi min dzaalik.

Marilah kita simak firman Allah di dalam QS Al Baqarah [ 2 ] :  17  yaitu

“ Dan perumpamaan bagi [ penyeru ] orang yang kafir adalah seperti [ penggembala ] yang menriaki [ binatang ] yang tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. [ Mereka ] tuli , bisu , dan buta , maka mereka tidak mengerti . QS 2 : 171

Sungguh perbuatan orang2 munafik dan kafir serta musyrik itu adalah perbuatan yang sia – sia. 

Kekayaan hartanya hanyalah untuk menambah dosanya saja.  Jabatannya hanyalah untuk menjerumuskan dirinya ke jurang jahanam lebih dalam lagi . 

Mereka di dunia banyak tertawa , tapi kelak di akhirat akan berbalik banyak menangis.

Semoga saja kita semua terlindungi dari sifat munafik, dan aman dari gangguan orang2 munafik. Insya Allah .  Aaaaamiin.



Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar