Minggu, 20 Mei 2018

PERBEDAAN ANTARA ORANG KAFIR , MUSYRIK DAN ORANG YANG BERIMAN .


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim .

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran“. 

(QS. Az Zumar : 9). 

Melalui ayat ini Allah swt memberitahukan sekaligus bertanya kepada kita tentang perbedaan antara orang musyrik yang tidak beribadah dengan orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah [ artinya beribadah ] .

Disini sudah jelas sekali perbedaannya , kalau orang musyrik itu tidak pernah beribadah kepada Allah . Shalat nggak pernah , zakat nggak pernah , puasa juga nggak pernah.

Mereka senantiasa menyombongkan diri karena di dunia ini banyak di antara mereka itu kaya berlimpah harta benda. Juga ada yang memiliki jabatan tinggi.

Selain dari itu gelar keilmuannya sampai berderet , berjajar kaya pagar ada yang tiga gelar dan bahkan ada yang sampai lebih dari lima gelar.

Akan tetapi semuanya itu akan sia – sia bila tidak dimanfaatkan untuk bekal kehidupan akhiratnya kelak .

Mereka hanya memanfaatkan semua itu untuk bersenang – senang , memuaskan hawa nafsunya saja . Untuk pamer dan berbangga diri .

Sebaliknya bagi mereka yang beriman dan bertakwa kepada Allah , mereka memanfaatkan semua miliknya untuk menanamkan amal soleh , berbuat kebajikan yang Qallah ridoi, baik untuk beribadah maupun bersedekah atau membantu mereka yang lemah .

Mereka sibuk untuk memperbanyak amal solehnya, karena hanya di dunia inilah tempat berbuat. 

Sedangkan di akhirat tempat menerima berbagai pertanyaan dari Allah. Dan sekaligus untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya yang telah dilakukan di dunia .

Mereka tidak mau menyia – nyiakan umur yang telah diberikan oleh Allah dengan meningkatkan kualitas ketakwaaannya kepada Allah .

Ilmu yang diperolehnya diamalkan untuk dirinya sendiri dan diajarkan kepada orang lain sebagai tabungan amal jariyah untuk dirinya kelak di akhirat .

Jabatan dan gelarnyapun banyak dimanfaatkan untuk membantu orang yang sedang susah , kelaparan yang butuh pertolongan. 

Yang butuh santunan untuk kebutuhan hidupnya agar bisa menjadi orang yang bermanfaat dan berhasil guna .

Itulah perbedaan antara orang kafir musyrik dan orang yang beriman dan bertakwa .  

Yang kafir musyrik akan celaka di sisi Allah sebaliknya orang yang beriman dan bertakwa akan memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah dan akan berbahagia .

Semoga ini bermanfaat .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar