Senin, 17 Desember 2018

UJIAN DAN COBAAN ITU TANDA KASIH SAYANG ALLAH SWT


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Firman Allah  swt  di dalam QS Al Baqarah [ 2 ] :  214   

" Am hasib tum an tad khulul jannata 
walammaa ya'tikum matsalul ladiina kholau min qob likum , 
massat humul ba'saa u wadh dhorroo u wa zulziluu 
hattaa yaquular rosuulu wal ladziina amanuu 
ma'ahuu mataa nashrulloohi , 
alaa inna nashrulloohi qoriibu "

yang artinya 

“ Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, 
padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? 
Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, 
serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) 
sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” 
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat “ .

Wahai saudaraku melalui ayat ini Allah swt memperingatkan sekaligus dengan menegur mansuai menggunakan bahasa yang amat halus.

Bahasanya amat sangat sopan, padahal isinya amat keras sekali buat kita semua .

Firman Allah “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga “ maksudnya adalah jangan berbangga dulu merasa sudah ahli ibadah , ahli dzikir , rajin shalat berjamaah, berpuasa juga berfzakat lalu merasa bahwa dirinya akan masuk surganya Allah .
 
Semua itu kan baru menurut penilaian diri anda sendiri atau bisa juga karena anda banyak pengikutnya ( jama’ahnya , santrinya ) sehingga erasa bahwa diri anda sudah berada di jalan yang tepat .

Yang bisa menilai benar dan salahnya, baik dan buruknya ibadah anda itu hanya Allah .
Namun tetap besar harapan agar semua amal ibdahnya itu mendapatkan rido-Nya . Insya Allah .

Kemudian firman Allah “  padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu  ? “   

maksudnya adalah apa yang anda alami saat ini sama juga dialami oleh  umat – umat sebelumnya  .  Allah swt tidak membeda – bedakannya . 

Cobaan yang Allah berikan kepada setiap orangnya jelas akan berbeda , bergantung kepada kadar keimanan dan ketakwaan masing – masing .
 
Kemudian firman Allah  Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, “  maksudnya adalah

Bukan anda saja yang susah, sengsara, menderita itu , merekapun sama .
Hanya bedanya mungkin anda keluhannya , kejengkelannya, kemarahannya keluar hingga nampak jelas, sedangkan mereka cukup dalam hati saja .
Tidak ada orang yang hidup di dunia ini yang tidak punya masalah. Pasti semuanya punya masalah .
Hanya dalam menyikapi masalah itulah yang berbeda-beda.

Kemudian firman Allah “serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah ? ” 

 maksudnya adalah karena datangnya masalah bertubi – tubi , saling menyusul tiada henti , bagaikan  sedang mengantri membeli tiket sehingga timbul kesal juga dan tanpa sadar berkata , 

“ Mau sampai kapan berhentinya ujian ini “ , “ Apakah Allah sudah tidak kasihan lagi pada kita ? “ ,  “ Kesel juga ngadepin masalah yang kagak ada batasannya “ , 

“ Kapankah Allah memperhatikan kita, “ , “ Kapankah Allah akan membantu kita “  dsb .

Kemudian Allah swt berfirman , “sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat “   
maksudnya bila direnugkan Allah swt itu amat sangat dekat . Coba renung diri deh .  Sudah berapa lama anda terkena penderitaan, sengsara , musibah 

Lalu bagaimanakah keadaannya, apakah anda masih bisa makan atau sudah tidak ada yang dimakan . Bila tidak ada yang makan apakah selama anda sengsara itu ?  Kan tidak !!! 

Sekarang tengok  tetangga di sekeliling anda, pasti ada deh yang hidupnya lebih susah dari anda. 

Lalu kenapa anda harus ngeluh, tapi mereka kok tidak , bahkan mereka bisa senda gurau, bercanda ria. Mereka nampaknya seperti gak punya beban hidup.

Semoga uraian penjelasan tentang ayat ini bisa bermanfaat untuk kita dan dapat menyadarkan kita yang selama ini telah lalai . Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar